Kam. Jan 23rd, 2020

MULAWARMAN NEWS

Akurat , Inspiratif & Kredibel

Ilmu Pengetahuan dan Agama harus Berpasangan

2 min read

Oleh : Restu Aulia S.Pd.I (Guru PAI SMPN 2 Pasir Belengkong)

Integrated knowledge merupakan sesuatu yang diidam-idamkan oleh pemikir dan cendekiawan Muslim. Cara membangun integrasi ilmu yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Jika ditinjau lebih jauh, diberbagai lembaga pendidikan telah banyak yang menerapkan metode ini. Hal ini dapat diketahui dari model kurikulum yang dikembangkannya, baik formal curriculum atau hidden curriculumnya.

Lil’alamin dan bermuara pada tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan ridha Allah. Dalam Islam segala sesuatu dimulai dengan syahadah dan diakhiri dengan mengharap ridha Allah, termasuk dalam pengembangan keilmuan, sumber ilmu adalah Allah SWT, karena Dia adalah Dzat yang maha mengetahui. Allah mengajarkan ilmu pengetahuan melalui ayat-ayatnya berupa alam semesta termasuk didalamnya adalah manusia sebagai ayat kauniyah-Nya (ayat yang tercipta) dan Al-Qur’an Hadist sebagai ayat kauliyah-Nya (ayat yang terucap). Dengan demikian Islam tidak mengenal dikotomi atau pertentangan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama karena keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu Allah Swt, yaitu mengemban misi rahmatan lil’alamin.

Jika demikian, bagaimana hubungan antara kedua ayat tersebut, yaitu ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat qauliyah? Al-Qur’an bukanlah kitab suci yang hanya berbicara tentang persoalan-persoalan ritual saja atau persoalan keagamaan semata.

Al-qur’an adalah kitab tentang kehidupan yang berbicara tentang tuhan, manusia, alam raya, penciptaan dan keselamatan. Kesalahan yang paling fatal dan yang mengakibatkan munculnya dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama, karena kesalahan dalam memahami Islam itu sendiri.

Islam dipahami seakan-akan hanya terbatas pada masalah seperti akidah, syari’ah dan akhlaq, sehingga ayat-ayat al-Qur’an tentang penciptaan, ketuhanan, kemanusiaan, alam raya dan keselamatan kehidupan dunia menjadi tidak popular.

Banyak ayat-ayat al-Qur’an tentang persoalan riil kehidupan dalam berbagai aspeknya menjadi tidak berkembang penafsirannya, pemaknaannya dan pengamalannya. Integrated knowledge juga dapat secara langsung diterapkan tanpa harus diperdebatkan secara epistemologis. Antara ilmu dan agama tidak saling bertentangan, namun, sebaliknya justru saling memperkokoh satu dengan lainnya.

Manusia adalah khalifah dimuka bumi. Untuk itu Allah memberikan karunia-Nya berupa sibghah kemanusiaan dengan segala potensinya (fitrah), agama (wahyu), dan alam semesta. Dari situlah manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menciptakan kebahagiaan dunia dan akhirat (rahmatan lil’alamin) dan mardhatillah.

Dari pemikiran diatas, Allah Yang Maha Esa adalah asal atau sumber dari segala apapun dalam kehidupan ini termasuk sumber ilmu pengetahuan. Perbedaan-perbedaan dalam kehidupan ini seperti siang-malam, jasmani-ruhani dan laki-laki perempuan. Bukan sebagai lawan namun sebagai pasangan. Demikian pula antara ilmu pengetahuan dan agama adalah pasangan, memang secara epistemology ilmu pengetahuan dan agama memiliki perbedaan. Tetapi karena perbedaan itulah yang akan melahirkan kekuatan bagi siapa yang menyandang keduanya.

Beragama yang sekaligus berilmu pengetahuan akan membentuk orang menjadi shaleh yaitu yang digambarkan dalam tujuan pendidikan sebagai orang yang memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional.

SETIAP ARTIKEL MNEWSIANA MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.