MNews Paser

Koperasi di Paser Terima Bantuan Alat dan Kapal

Ilustrasi

Guna meningkatkan produksi perikanan, dua koperasi nelayan di Kabupaten Paser mendapatkan bantuan sebanyak lima unit kapal 5 Gross Ton (GT) dan dua unit kapal 10 GT beserta alat tangkapnya dari pemerintah pusat. GT merupakan ukuran daya tampung atau volume kapal.
“Di Paser, ada dua koperasi nelayan yang mendapatkan bantuan kapal beserta alat tangkapnya. Dua koperasi ini, adalah Koperasi Nelayan Desa Pasir Mayang dan Koperasi Nelayan Desa Muara Pasir,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Ina Rosana usai presentasi rencana tata guna lahan di Pendopo Lou Bepekat, kemarin.
Dari bantuan itu, lanjut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, untuk alat tangkapnya sudah diberikan kepada dua koperasi nelayan. Sedangkan unit bantuan kapal akan diserahkan pada Januari 2017 ini.
“Kalau alat tangkapnya sudah diberikan kepada kedua koperasi. Jadi, tinggal menunggu bantuan unit kapalnya saja lagi, baik kapal berukuran 5 GT maupun kapal berukuran 10 GT,” ucapnya.
Dikatakannya, sekarang para nelayan memiliki kewajiban untuk terdaftar di koperasi. Guna membiasakan nelayan dalam berorganisasi dan meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha.
“Iya, sekarang setiap bantuan diberikan melalui koperasi nelayan. Supaya para nelayan terbiasa berorganisasi dan mengatur bantuannya bersama-sama, sehingga bisa menghasilkan peningkatkan produksi serta sukses berwirausaha,” ujarnya.
Selain bantuan kapal 5-10 GT, Ina menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser pun mendapatkan bantuan sebesar Rp1,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.
“Bantuan DAK sebesar Rp1,4 miliar itu, diperuntukkan buat pengadaan perahu dan alat tangkap di Kabupaten Paser. Sama seperti bantuan yang didapat pada 2015 lalu, hanya saja berbeda jumlahnya, yakni sebesar Rp500 juta untuk program yang sama,” paparnya.
Oleh sebab itu, sambung dia, Pemkab Paser melalui Dinas Perikanan Kabupaten Paser tengah melakukan verifikasi penerima bantuan DAK tersebut. Dimana, ada sekitar 4.000 nelayan dan 3.000 pembudidaya perikanan di daerah setempat.
“Saat ini, kami sedang memverifikasi penerima bantuannya, karena ada dua syarat utama yang harus dipenuhi calon penerima, yakni harus memiliki kartu nelayan dan telah terdaftar di kementerian. Semoga, mereka yang menerima bantuan bisa meningkatkan produksi tangkap ikan dan memajukan budidaya ikan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *