MNews Nasional

Pemulihan Pasca Gempa Lombok, Relawan Megawaty beri Terapi Trauma Healing

M-NEWS.ID, NASIONAL – Bencana gempa lombok telah mengakibatkan korban jiwa 500 orang lebih, 5.000 orang luka luka dan ratusan ribu orang mengungsi baik di tenda-tenda darurat maupun di tempat yang lebih aman.

Selain mengakibatkan korban jiwa, musibah juga mengakibatkan Trauma bagi para korban yang selamat, khususnya perempuan dan anak-anak.

Oleh karenanya, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) selain mengirimkan bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan sehari hari, mengirimkan pula para relawan khusus untuk melakukan Terapi Trauma Healing ke lokasi bencana.

Megawaty salah satu relawan HMI yang bertugas, bercerita pada awak Media MNews.

“Saya dan beberapa kawan-kawan tiba di Kota Mataram pada 12 Agustus bertugas untuk melakukan Trauma Healing, semacam terapi kepada para korban yang mengalami trauma secara psikis, dimana ada rasa ketakukan pasca gempa sehingga perlu di pulih kan kondisi kejiwaannya,” ungkapnya, Rabu (22/08/2018).

Untuk para ibu-ibu, lanjutnya, pihaknya memberikan Progressive Relaxation Terapi. Yang mana dimaksudkan untuk meringankan dan menstimulus ketenangan diri.

“Kalau anak-anak, terapi yang di lakukan dengan berbagai permainan dan edukasi terhadap gempa. Terapinya dengan menggambar, bermain, dan sugesti-sugesti positif,” ucap Ega sapaan akrabnya.

Diakui lulusan Psikologi Klinis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, bahwa proses terapi dan pemulihan psikis belum bisa terlalu efektif. Pasalnya, gempa susulan masih terus terjadi.

“Sehingga, tahap pemulihan menjadi terganggu, para korban yang mulai baik keadaannya menjadi trauma kembali. Namun, terapi ini memang sifatnya terus menerus dan berkala,” ujarnya.

Selama berada di Nusa Tenggara Barat, Tim relawan dari HMI ke beberapa tempat. Diantaranya, Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Dari ketiga lokasi itu, Lombok Barat tidak terlalu jauh untuk di akses.

Kendati demikian, sebut Ega, minim relawan yang memberanikan diri kesana. Karena Lombok Barat disinyalir merupakan pusat gempa.

“Akibatnya, Lombok Barat pada saat kami kesana masih minim bantuan. Sedangkan untuk lombok utara, lokasi cukup jauh di tempuh sekitar tiga jam dari Kota Mataram,” jelasnya.

Selama melakukan terapi healing di NTB, ada kejadian yang mengharukan disaksikan Ega di Lombok Utara. Dimana, ada seorang anak bayi tertimpa reruntuhan akibat dilanda gempa.

“Saat itu terdapat anak kecil umur 11 bulan tertimpa reruntuhan, hampir 30 menit lamanya tertimbun. Warga pun beramai-ramai menggali reruntuhan tersebut sambil harap cemas korban bisa tertolong, Alhamdulillah setelah di gali anak tersebut masih hidup,” kenang ega. (esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *